Keistimewaan Sholat Nafilah (Sholat Sunnah)

Keistimewaan Sholat Nafilah (Sholat Sunnah)

Kamis, 26 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H

Masjid Al-Huda, Sambikerep Surabaya

Imam & Penceramah: Ustaz H. M. Nafi’an.

Pembukaan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innal hamdalillah, نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita telah menikmati 10 hari pertama bulan Ramadhan. Semoga hari-hari yang berlalu menjadi ladang pahala dan peningkatan iman bagi kita semua.

Pentingnya Sholat Nafilah

Sholat nafilah berarti sholat tambahan. Dalam istilah lain disebut tatawwu’ (sukarela) atau sholat sunnah menurut ahli fikih. Meskipun tidak wajib, ibadah ini sangat dianjurkan dan tidak boleh dianggap remeh.

Rasulullah ﷺ senantiasa menjaga sholat sunnah sebagai pelengkap ibadah wajib.

Macam-macam Sholat Sunnah

Di antaranya:

- Sholat Rawatib (qabliyah & ba’diyah, muakkadah & ghairu muakkadah)

- Sholat Tahajud & Witir

- Sholat Dhuha

- Sholat Tahiyatul Masjid

- Sholat Safar (saat bepergian)

- Sholat sebelum khutbah Jumat (menunggu khatib naik mimbar)

- Sholat antara adzan dan iqamah

- Sholat Ba’da Tawaf (2 rakaat di dekat Maqam Ibrahim)

- Sholat Istikharah

- Sholat Khusuf & Kusuf (gerhana bulan & matahari)

Ini menunjukkan betapa luasnya pintu ibadah sunnah yang Allah sediakan.

Setiap Ibadah Wajib Dilengkapi Sunnah

Dalam syariat, ibadah wajib selalu memiliki pendamping sunnah:

Sholat wajib → disempurnakan dengan sholat sunnah

Puasa Ramadhan → dianjurkan puasa Syawal & Senin-Kamis

Haji → disertai sunnah umrah

Ini menunjukkan kasih sayang Allah, memberi kesempatan memperbaiki kekurangan.

Fungsi dan Keutamaan Sholat Sunnah

1. Menyempurnakan Kekurangan Sholat Fardhu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, ia beruntung. Jika rusak, ia rugi. Jika ada kekurangan, Allah berfirman kepada malaikat:

Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajibnya.”

(HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

2. Banyak Sujud Mengangkat Derajat di Surga.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bantulah aku (agar engkau bersamaku di surga) dengan memperbanyak sujud.”

(HR. Muslim)

Seorang sahabat, Rabi’ah bin Ka’ab, meminta kepada Nabi ﷺ agar dapat menemani beliau di surga. Nabi menjawab dengan satu pesan: perbanyak sujud, yakni memperbanyak sholat sunnah.

3. Jalan Menuju Cinta Allah

Allah berfirman dalam hadis qudsi:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”

(HR. Bukhari)

Teladan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ sangat menjaga sholat sunnah. Dalam satu malam beliau bisa melakukan puluhan rakaat, dengan sujud yang panjang dan penuh kekhusyukan.

Beliau bersabda:

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.”

(HR. Bukhari)

Penutup & Ajakan

Jamaah yang dirahmati Allah,

Janganlah kita hanya menjaga sholat wajib, tetapi lengkapi dengan sholat sunnah. Ibadah sunnah adalah:

penutup kekurangan,

pengangkat derajat,

jalan menuju cinta Allah,

dan sebab berkumpul bersama Rasulullah ﷺ di surga.

Mari kita hidupkan sholat sunnah dalam keseharian: sebelum dan sesudah sholat wajib, di sepertiga malam, saat lapang di pagi hari, dan di setiap kesempatan mendekat kepada Allah.

“Selain sholat fardhu, sholat sunnah jangan dilupakan.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

—-------------

Rusyadi Warianto